Monday, June 22, 2009

WISATA BUMI CEKUNGAN BANDUNG

TESTIMONIAL:
@Dewi Lestari (novelis): tanpa berusaha menakut-takuti, buku ini membunyikan alarm kita semua untuk sadar dan peka akan berbagai kerusakan yang kita buat.
@Andy F Noya (jurnalis/host "kick andy): Lupakan sejenak makanan enak dan factory outlet, karena atraksi sejarah alam bandung yang ditawarkan buku ini lebih menantang untuk dijajal.
@Iwan "Abah" Abdurrahman (budayawan/tokoh Bandung): Saya merasa beruntung membaca buku ini, karena saya serasa mendapat bekal untuk seolah-olah dapat "menembus waktu".
@Acil Bimbo (seniman/budayawan/tokoh Bandung): Buku ini akan menuntun kita menjadi manusia yang lebih menghargai kearifan alam.
@Her Suganda (jurnalis senior, penulis buku "Jendela Bandung): Membaca buku ini, kita seperti dituntun dalam melakukan perjalanan dan "petualangan" menyusuri seluruh pelosok Dataran Tinggi Bandung dengan latar belakang sejarahnya.


SINOPSIS
Penulis : Budi Brahmantyo & T Bachtiar
Harga : 70.000
Hlmn : 276
Penerbit : Truedee Pustaka Sejati
(info pemesanan lihat di bawah)

Jika berjalan-jalan di mall BIP, Bandung, 20.000 tahun lalu, tahukah bahwa kita sedang bermain kecipak air di pantai Danau Bandung Purba? Turun sedikit ke Taman Balaikota, air akan menelan kita hingga sepinggang. Sementara jika kita berbelanja di kawasan Alun-alun Bandung pada masa yang sama, kita seolah-olah sedang menyelam di kedalaman air 11-10 meter. Bandung dahulu kala, memang sebuah danau raksasa!
Faktanya antara lain terlihat dari toponim (nama tempat berdasarkan sejarah topografinya) daerah-daerah di Bandung. Toponim tersebut mengidentifikasi bahwa di tempat-tempat itu pernah ada ranca (rawa), situ (telaga), bojong (tanjung), teluk, dll. Diduga, daerah-daerah tersebut merupakan sisa-sisa genangan danau purba tersebut yang dikenal dengan nama Situ Hyang (Danau Dewa). Seorang Geolog, MAC Dam, meneliti bahwa di beberapa wilayah yang diduga dulunya merupakan dasar Situ Hyang, terdapat sisa-sisa endapan khas danau.


Ingat Legenda Sangkuriang? Kisah mengenai pria yang mencintai ibu kandungnya sendiri, namun karena marah tidak bisa menikahi sang ibu, Sangkuriang menendang perahu yang tengah dibuatnya hingga terbalik. Perahu yang “nangkub” alias terbalik itu, lalu menjadi kisah yang melatari legenda Gunung Tangkubanparahu. Alkisah, legenda tersebut menyebut-nyebut adanya danau raksasa yang ingin dilayari Sangkuriang bersama Dayang Sumbi.


Situ Hyang, diduga surut 16 ribu tahun lalu. Dua Geolog kebangsaan Belanda, GHR von Koenigswald dan RW van Bemmelen, menemukan bahwa di ketinggian yang diduga beberapa meter di atas permukaan air danau, terdapat peninggalan artefak-artefak manusia prasejarah yang menghuni Bandung pada masa itu. Artefak tersebut antara lain berupa mata panah, pisau untuk menyayat daging, dll, terbuat dari batu obsidian yang terkenal setajam silet.
Tertarik mengetahui sejarahnya? Buku ini akan memandu anda menjelajahi Bandung, seolah-olah menapaktilasi jejak-jejak nenek moyang orang Bandung di masa purba. Di beberapa tempat seperti Dago Pakar dan Citatah, kita bahkan bisa membuktikan keberadaan konco-konco Mr Flintstone tersebut, meski kondisinya sudah tidak karuan akibat ketidakpedulian manusia.
Buku “Wisata Bumi Cekungan Bandung” adalah buku “saku” panduan perjalanan (memuat peta geotrek ke sejumlah lokasi wisata bumi). Meski dirancang sebagai buku saku, buku ini sarat pengetahuan yang ditulis dengan gaya ringan yang enak dibaca. Dengan menyusuri ke-9 geotrek yang ada di buku ini, kita bagaikan sedang membuka buku sejarah terbentuknya Cekungan Bandung dan sekitarnya. Geotrek-geotrek tersebut meliputi antara lain Gunung Tangkubanparahu, Gunung Batu (Lembang), Gunung Kendan, Sangiangtikoro, dan Gua Pawon (Padalarang).

Bagi yang tertarik menyusuri geotrek-geotrek tersebut, persiapan matang harus dilakukan. Terlebih jika akan membawa rombongan dari kalangan masyarakat umum, sebaiknya dilakukan survei terlebih dahulu ke lokasi geotrek yang ingin dituju. “Selamat berjalan-jalan. Selamatkan warisan sejarah Bumi Bandung! (naskah dan foto: ruri)


------------------------------------

Untuk pemesanan, kontak ke WA: 081313168248
Harga: Rp 75.000 (sudah didiskon dari harga normal Rp 92.000. Belum termasuk ongkos kirim dari Bandung)


RALAT!!!!!!
Bagi yang sudah memiliki buku ini, diberitahukan bahwa terdapat ketidaktepatan tataletak pada boks di halaman 59. Gambar berikut bisa menjadi patokan untuk "meluruskannya". Untuk mendapatkan gambar yg lebih jelas, silakan klik pada gambar, terimakasih.





                                                                               ***





4 comments:

  1. Apakah masih bisa pesen bukunya? Nuhun. Hegar

    ReplyDelete
  2. Maaf baru dibalas.
    Masih. Silakan tulis email pemesanan ke: ruri_and@yahoo.com

    Salam

    ReplyDelete
  3. apa masih bisa pesen? tadi saya sudah kirim email, mohon di cek ya.. makasih. Kaze

    ReplyDelete
  4. sy mo pesan dan sdh kirim email

    ReplyDelete